TROBOS.CO | GRESIK – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) kembali membuktikan komitmennya dalam pengelolaan dana umat yang profesional dan transparan. Buktinya, Lazismu Kabupaten Lumajang meraih penghargaan Tata Kelola Terbaik dalam ajang bergengsi Lazismu Jawa Timur Award 2026 yang digelar di Hotel Horizon, Gresik.
Penghargaan ini merupakan kelanjutan dari torehan prestasi gemilang. Ini adalah tahun kelima berturut-turut, sejak 2022, Lazismu Lumajang berhasil membawa pulang piala dari ajang tahunan tersebut, mengukuhkan konsistensi dan kualitas tata kelolanya.
Penghargaan langsung diterima oleh Ketua Lazismu Lumajang, Drs. H. Djatto, MM. “Ini bukan sekadar simbol. Penghargaan ini adalah cerminan kerja kolektif seluruh jajaran Lazismu Lumajang yang menjalankan amanah dengan akuntabel dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujar Djatto usai menerima penghargaan, Sabtu (10/1/2026).
Prestasi beruntun selama lima tahun menempatkan Lazismu Lumajang sebagai salah satu cabang terbaik dan paling konsisten di Jawa Timur. Capaian ini menjadi benchmark (tolok ukur) bagi cabang lain, sekaligus bukti nyata bahwa pengelolaan filantropi Islam modern dapat dilakukan dengan standar tata kelola tinggi, transparansi, dan dampak yang terukur.
Kesuksesan ini tidak lepas dari implementasi enam pilar program utama Lazismu yang dijalankan secara terintegrasi:
- Pilar Pendidikan: Memutus mata rantai kemiskinan melalui beasiswa, bantuan sarana pendidikan, dan pendampingan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
- Pilar Kesehatan: Menjamin akses layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat dhuafa melalui bantuan biaya pengobatan dan program kesehatan komunitas.
- Pilar Sosial & Kemanusiaan: Menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana, bantuan darurat, dan pendampingan korban musibah.
- Pilar Ekonomi: Menggerakkan roda pemberdayaan melalui penguatan UMKM, pelatihan keterampilan, dan bantuan modal usaha produktif.
- Pilar Dakwah: Membina nilai-nilai keislaman dan kesadaran sosial masyarakat.
- Pilar Advokasi: Membela dan memperjuangkan hak-hak masyarakat lemah (mustadh’afin).
Penghargaan Tata Kelola Terbaik tahun ini semakin menegaskan bahwa dana zakat, infaq, dan shodaqoh umat dikelola dengan prinsip akuntabilitas dan keberkahan.
“Penghargaan ini adalah energi baru. Motivasi untuk terus meningkatkan kualitas, memperluas jangkauan manfaat, dan yang terpenting, menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh para muzaki (pembayar zakat) dan masyarakat,” tegas Bpk. Djatto.
Dengan fondasi enam pilar yang kuat dan tata kelola yang terus diperbaiki, Lazismu Lumajang bertekad untuk tetap menjadi mitra terpercaya umat dalam mewujudkan kemandirian, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama.
Nugroho Dwi Atmoko/TROBOS.CO









