Cahaya Al-Qur’an Menyantuni Warga Desa Kecamatan Gucialit

banner 2560316

TROBOS.CO | LUMAJANG – Siang itu matahari cukup menyengat. Sebagian warga sudah pulang dari ladang, tempat bekerja. Mereka istirahat di rumah menjaga puasa Ramadan agar tidak mokel.

Desa-desa di Kecamatan Gucialit cukup gersang. Air bersih pun sulit didapat. Tapi itu dulu. Sekarang lumayan, ada sumber air yang bisa dialirkan ke rumah warga meski belum semuanya dapat.

Anak-anak rajin masjid menerima sarung dan mukena, sementara seorang ibu yang sedang sakit di atas ranjang tampak bahagia mendapat kunjungan dan parcel dari Yayasan Cahaya Al-Qur’an. (Foto: Tim Trobos.co)

Terlihat dari sejumlah lokasi masih sulit mendapatkan air. Ketika tim dari Yayasan Cahaya Al-Qur’an singgah di salah satu mushola untuk keperluan ke kamar kecil, kran yang masih baru itu tidak mengalir. Air kosong.

Di sebagian lokasi di Kecamatan Gucialit kondisinya seperti itu. Pada musim kemarau, air tidak lancar. Sebagian rumah membuat jeding besar. Jika ada air, dimasukkan ke “tandon” tersebut.

Lahan di sana banyak ditanami tebu. Begitulah keadaan di Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang. Hal yang sama dialami sejumlah desa lain, seperti Desa Dadapan, Desa Darungan, Desa Kenongo, dan desa lain di Kecamatan Gucialit.

Sehari-hari, kondisi ekonomi sebagian warganya tidak baik-baik saja. Dibutuhkan perhatian warga luar daerah lain yang ekonominya berkecukupan untuk mengulurkan tangan, mengurangi beban.

Kehadiran tim dari Yayasan Cahaya Al-Qur’an yang berkunjung ke sejumlah desa disambut dengan senang hati. Mereka menerima tali asih, parcel, atau bingkisan yang dikirim oleh Yayasan Cahaya Al-Qur’an.

Parcel tersebut diserahkan langsung kepada warga melalui door to door, sehingga tim mengetahui kondisi riil warga yang menerimanya. Kondisi rumahnya ada yang kurang layak.

Ada satu rumah dihuni kakek dan anaknya, tanpa ada wanita di rumah tersebut. Mereka mengaku mempunyai empat ekor kambing. Wajahnya gembira ketika diberi parcel.

Di tempat lain, di Desa Dadapan, ada seorang ibu yang sedang sakit di atas ranjang. Ia senang mendapat parcel tersebut. Ekspresi bahagia tampak ketika tim dari Yayasan Cahaya Al-Qur’an menyerahkan bingkisan untuk mereka. Ucapan terima kasih berulang-ulang disampaikan sebagai ungkapan rasa senang.

Begitu pula anak-anak yang lucu-lucu yang rajin ke masjid dan mushola juga disapa dengan memberi sarung dan mukena. Anak-anak pun tampak riang, bahagia.

Owner Yayasan Cahaya Al-Qur’an, dr. Aliyah Hidayati, Sp.THT-BKL , mengatakan pemberian parcel tersebut untuk berbagi rezeki kepada warga desa di Kecamatan Gucialit dan Kedungjajang.

“Ada desa yang dekat Gunung Bromo juga mendapat santunan,” ujar dr. Aliyah.

Bagi Cahaya Al-Qur’an, menyantuni mereka bukan sekadar materi, tetapi ada pembinaan spiritual sehingga muncul kesadaran beribadah. Selain itu, juga ada pembelajaran membaca Al-Qur’an, sehingga anak-anak di sana banyak yang rajin mengaji, bahkan menghafal Al-Qur’an.

Bagi sebagian warga di desa tertentu, sudah diadakan pembinaan dan silaturahmi sejak tahun 2018. Dr. Aliyah berharap banyak pihak ikut memperhatikan kondisi warga sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *