TROBOS.CO | TULUNGAGUNG – Ironi pahit dialami warga Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Jalan utama desa yang baru saja selesai diperbaiki dan diaspal ulang sebulan lalu, kini rusak parah diterjang banjir bandang, Kamis malam (5/2/2025).
Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan selatan Tulungagung sejak petang, tak hanya menggenangi pemukiman. Aliran air deras dari perbukitan langsung menggerus dan merusak infrastruktur jalan yang masih berbau aspal baru.
“Air datang sangat cepat dari arah bukit, membawa material lumpur dan kayu. Jalan ini baru saja diaspal halus bulan lalu, tapi sekarang sudah berlubang dan aspalnya mengelupas terbawa arus,” ujar Supardi (45), warga setempat yang terdampak.
Kondisi Jalan yang Memprihatinkan
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan terlihat memprihatinkan. Aspal hitam yang masih mulus terkelupas di beberapa titik, membentuk lubang-lubang yang membahayakan pengendara. Bahkan, bahu jalan di beberapa bagian dilaporkan amblas karena tergerus arus.
Kerusakan terparah terjadi di area dengan kemiringan tajam. Tekanan air yang meluap dari saluran yang tak mampu menampung, mengangkat lapisan aspal baru tersebut. Sekitar 200 meter lapisan aspal mengalami kerusakan berat.
Selain itu, beberapa tembok penahan tanah (plengsengan) di pinggir jalan juga dilaporkan runtuh. Kondisi ini memaksa kendaraan roda empat untuk ekstra hati-hati menghindari lubang dan material sisa banjir yang masih berserakan.
Gotong Royong Bersihkan Akses

Menyadari vitalnya jalan tersebut sebagai penghubung pemukiman dengan kawasan wisata pantai, warga bersama unsur TNI, Polri, dan relawan BPBD Tulungagung langsung bergerak pagi harinya, Jumat (6/2/2025).
Mereka melakukan kerja bakti gotong royong membersihkan sisa lumpur, kerikil, dan batang pohon yang menutupi jalan. Upaya ini dilakukan agar akses kendaraan tetap bisa berfungsi, meski dalam kondisi jalan yang sudah tidak mulus lagi.
“Kami berharap akses tidak terputus. Jalan ini penting untuk mobilitas warga dan para wisatawan yang menuju pantai,” kata seorang relawan di lokasi.
Panggilan untuk Evaluasi Drainase
Pihak Pemerintah Desa Besole telah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung. Insiden ini menyisakan pertanyaan besar tentang efektivitas sistem drainase di wilayah tersebut.
Warga dan pengamat menilai, perbaikan infrastruktur jalan tanpa diiringi pembenahan saluran air dan pengelolaan daerah hulu yang mumpuni, hanya akan menjadi solusi sementara. Infrastruktur akan tetap rentan runtuh setiap kali hujan deras dan banjir bandang menerjang.
Kejadian ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Tidak hanya perbaikan jalan, tetapi juga penanganan tata air dan konservasi di daerah perbukitan agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
Muslikh/TROBOS.CO






