TROBOS.CO – JOMBANG | Asosiasi Pariwisata Jombang (ASPARJO) menilai pengesahan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten (Ripparkab) Jombang sebaiknya tidak dipaksakan dilakukan tahun ini. Alasannya, saat ini pemerintah pusat tengah memfinalisasi Undang-Undang Kepariwisataan terbaru yang akan menjadi acuan nasional dalam penyusunan kebijakan daerah.
Achmad Suhaib, pengurus ASPARJO, menegaskan bahwa Ripparkab harus disesuaikan dengan regulasi terbaru agar tidak ketinggalan zaman dan mampu menjawab tantangan industri pariwisata modern.
“Tantangan pariwisata ke depan antara lain degradasi lingkungan, perlindungan wisata, keterbatasan amenitas dan aksesibilitas, rendahnya kualitas pelayanan, kurangnya keterampilan SDM, hingga minimnya manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelas Suhaib dalam dialog bersama Komisi A DPRD Jombang di Gedung Dewan, Rabu (29/10).
Menurut ASPARJO, Ripparkab seharusnya menjadi pondasi penting dalam mengembangkan sektor pariwisata Jombang yang berkualitas, inklusif, adaptif, inovatif, terpadu, dan berkelanjutan. Karena itu, dokumen tersebut perlu disusun dengan mengacu pada perkembangan regulasi dan kebutuhan terkini.
Ketua ASPARJO, Achmad Zainuddin, juga menyampaikan hal senada.
“Kami menyatakan sikap agar Ripparkab ini ditunda pengesahannya tahun ini. Kami ingin dokumen ini benar-benar mampu mendorong pembangunan pariwisata yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan,” ujarnya.
Zainuddin yang juga dikenal sebagai Owner Bajak Laut menambahkan, arah pembangunan pariwisata ke depan harus sistematis dan adaptif terhadap perubahan zaman. Ia berharap Ripparkab Jombang menjadi tonggak baru bagi paradigma pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
ASPARJO juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan kemudahan bagi para pelaku usaha wisata. Sinergi antara pemerintah dan pelaku pariwisata dinilai kunci dalam menciptakan ekosistem wisata yang sehat dan kompetitif.
“Kami berharap pengembangan wisata menjadi prioritas program Pemkab Jombang yang selaras dengan penguatan ekosistem pariwisata terintegrasi, peningkatan SDM, pengembangan desa wisata, adaptasi teknologi, serta penerapan sustainable tourism,” tutup Zainuddin.
Anang/TROBOS.CO







