TROBOS.CO | Anak yatim tidak boleh pesimis. Dalam menghadapi masa depan harus dengan penuh semangat dan optimis.
Menjadi yatim bukan pilihan. Dan Allah bukan bermaksud menelantarkan. Banyak contoh orang sukses awalnya dari yatim, jelas Suharyo Ketua DDII Lumajang.
Hal itu disampaikan kepada 107 anak yatim – yatim piatu binaan Bunda Dian Zara. Mereka diundang untuk acara berbuka puasa bersama di Warung Apung Pondok Asri Sukodono Rabu 11/2.
Anak Jatim tersebut mendapat bingkisan Ramadan dan uang tunai dari bunda Dian Zara. Santunan seperti ini rutin diberikan setiap sebulan sekali tetapi di luar Ramadan mereka mengambil ke kantor lembaga ini.
Lebih lanjut Suharyo menjelaskan bahwa kiat menuju sukses setidaknya ada dua cara. Yaitu mengikuti pesan azan dan menerapkan teori enam langkah menuju sukses.

Diuraikan, azan diawali dengan kata “Allahu Akbar”. Artinya Allah Maha Besar. Pribadi beriman senantiasa membesarkan Allah dalam hidupnya.
Orang yang membesarkan Allah, tidak pernah pesimis karena mereka yakin Allah telah mengatur yang terbaik untuk hambaNya. Termasuk dalam meraih keberhasilan masa depan, jelasnya
Langkah berikutnya membuat komitmen yang kuat tentang keyakinan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad hamba dan utusan Allah.
Dari kalimat tersebut diambil hikmah, dengan kemantapan hati hidup ini ada di tangan Allah dan ada keteladanan penuh dari Rasulullah. Kita bisa melangkah menuju sukses masa depan gemilang, ujarnya mantap.
Langkah berikutnya mengamalkan salat dengan khusuk. Orang sukses itu bisa dilihat dari shalatnya yang istiqomah dan hatinya khusuk. Orang yang shalatnya khusyuk termasuk orang yang beruntung.
Setelah itu melangkah menuju kemenangan. Yaitu meraih cita-cita hidup dan keinginan yang disandarkan kepada kemahakuasaan Allah. Orang sukses selalu dekat dengan Allah, ujarnya.
Setelah kita sukses jangan sombong. Semua itu datang dari Allah yang Maha Besar, maka dalam azan disebut Allahu Akbar.
Ttapkan dalam hati bahwa keberhasilan itu karena pertolongan Allah yang Maha Besar.
Dan kalau kita sudah meraih keberhasilan pertahankan semua sampai akhir hayat sambil membawa misi besar yaitu lailahaillallah tiada Tuhan selain Allah.
Hidup itu harus diakhiri dengan kalimat lailahaillallah dan itulah kematian yang disebut dengan Khusnul khotimah.
Enam Langkah
Anak yatim jangan pesimis. Kita punya Allah. Dan banyak contoh orang sukses awalnya dari yatim. Kyai KH Zarkasi pendiri Pesantren Gontor awalnya anak yatim.
Di Lumajang pernah ada reuni alumni panti asuhan. Diantara anak yatim ada datang ada yang menjadi camat. Ada pula yang menjadi Jenderal purnawirawan. Mereka dulunya yatim dan menjadi orang sukses.
Teori kedua, menuju sukses kata H. Suharyo ikuti enam langkah. Berikut ini.
Pertama, biasakan melakukan introspeksi. Hal itu untuk mengetahui kelemah dan kelebihan yang dimiliki. Kalau ada titik lemah segera diperbaiki kalau ada kebaikan ditingkatkan, jelasnya
Kedua, salahkan diri sendiri kalau ternyata banyak kelemahan yang kita miliki. Dan segera move on dari kenyataan tersebut.
Ketiga, berbuat baik atau memperbaiki kekurangan yang dijumpainya agar meninggalkan masa lalu yang gelap menuju masa depan yang terang benderang.
Bersungguh-sungguhlah dalam meraih cita-cita. Orang sukses orang yang serius di dalam melangkah bukan orang yang seenaknya.
Kelima, jadilah orang yang istiqomah. Artinya continue dalam kebaikan. Tetap menjaga optimisme. Menghindari pesimisme dalam hidup. Dengan langkah tersebut mudah meraih kesuksesan
Keenam, jadilah orang yang dekat dengan Allah. Orang yang dekat kepada Allah pasti taat dan menjauhi larangannya.
Mereka rajin ikhtiar tengadah datangan dalam arti berdoa dan hasil akhir tawakal kepada Allah.
Ketujuh, menjadi orang yang mengikuti kemauan Allah. Itulah yang harus dimiliki oleh orang-orang yang ingin berhasil hidupnya.
Pesan yang disampaikan oleh H. Suharyo diharapkan dapat memacu anak-anak yatim untuk selalu bersemangat mengisi lembaran hidup menuju sukses. Menjadi yatim itu cara Allah menempa mereka agar tahan banting menuju sukses jelasnya.
Trobos.co









