TROBOS.CO | LUMAJANG – Setelah tertunda lebih dari satu bulan akibat erupsi Gunung Semeru, puncak peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah Kabupaten Lumajang akhirnya terselenggara dengan khidmat, Ahad (21/12/2025). Acara yang semula direncanakan di Pendopo Kabupaten, akhirnya digelar di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Jalan Brantas 36 Lumajang.
“Ini adalah obat rindu bagi warga persyarikatan terhadap acara yang sempat tertunda. Kami sangat bersyukur dapat berkumpul dalam keadaan yang lebih baik,” ujar Zainal Abidin, S.Pd, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, dalam sambutannya yang penuh syukur.
Acara yang dihadiri sekitar 1.500 undangan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Bupati Lumajang Indah Amperawati, Anggota DPR-RI Amin AK, Anggota DPRD Jatim Khusnul Khuluq, Ketua DPW Partai Gema Bangsa Jamal Abdullah, serta segenap pimpinan dan kader Muhammadiyah se-Lumajang.

Awalnya, puncak milad direncanakan pada 19 November 2025 di Pendopo Kabupaten dengan penceramah Prof. Hilman Latief, MA, PhD, Bendahara Umum PP Muhammadiyah. Namun, rencana itu dibatalkan menyusul erupsi Semeru.
“Kami tidak nyaman menggelar pesta sementara saudara-saudara kami di lereng Semeru berduka karena rumah dan kampung mereka tertimbun material erupsi,” jelas Zainal Abidin mengenai alasan penundaan. Keputusan ini mencerminkan prinsip solidaritas dan kepekaan sosial persyarikatan.
Dalam sambutannya, Bupati Indah Amperawati menyampaikan kebanggaannya terhadap sinergi yang kuat antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah.
“Saya apresiasi tinggi. Keterlibatan Muhammadiyah, terutama melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), sangat cepat dan tepat dalam menanggapi bencana. Mudah-mudahan ke depan semakin maju,” ucap Bupati.
Zainal Abidin juga menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang ditorehkan warga persyarikatan, seperti penghargaan untuk MDMC dari Bupati dan gelar Tata Kelola Terbaik untuk Lazismu Lumajang di Lazismu Award Jatim 2025.
Sebagai puncak acara, Prof. Hilman Latief memberikan tausiyah yang mendalam tentang hakikat Islam Berkemajuan. Ia merinci empat makna utamanya:
-
Sebagai Gerakan Dakwah: Setiap langkah warga persyarikatan harus mengacu dan bermuara pada misi dakwah.
-
Sebagai Gerakan Tajdid (Pembaruan): Warga Muhammadiyah harus terus melakukan pembaruan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan bahkan dalam membaca realitas baru seperti fiqh kebencanaan.
-
Sebagai Gerakan Ilmu: Di tengah rendahnya minat baca masyarakat yang tersita gawai, warga Muhammadiyah harus tetap gigih menuntut ilmu dan membaca.
-
Sebagai Gerakan Amal: Kiprah nyata melalui amal usaha dan aksi sosial harus terus diperbanyak dan ditingkatkan.
Prof. Hilman juga menekankan pentingnya menghargai jasa generasi pendahulu yang telah membangun persyarikatan dengan segala keterbatasan. “Mereka telah berjasa. Tugas kita adalah meneruskan dan memajukan,” tegasnya.
Dengan ditutupnya acara puncak milad ini, semangat untuk terus berdakwah, bertajdid, menuntut ilmu, dan beramal shaleh kembali menguat di kalangan warga Muhammadiyah Lumajang, siap menyongsong tahun perjuangan yang baru.
Tim Liputan TROBOS.CO Lumajang









