16 Tahun Berdarma Bakti: Kisah Perjuangan Majalah Suara PGRI Lumajang

TROBOS.CO | LUMAJANG – Salah satu penghargaan yang diberikan Pengurus PGRI pada puncak apel besar HUT PGRI ke 80 dan Hari Guru Nasional 2025 adalah penyerahan penghargaan kepada awak majalah suara PGRI.

Penghargaan diterimakan kepada dua orang yaitu Suharyo AP, SH dan ibu budiasih. Mereka secara istiqomah mengelola majalah guru tersebut hampir berlangsung 20 tahun.

banner 1280x716

Diawali ketika PGRI dipimpin Drs Abdul Razak dilanjutkan Winadi MPd nyambung ke periode Drs Kisnanto sampai periode sekarang, Yuni Irwanto, MPd.

Selaku Pimpinan redaksi, Suharyo menyambut positif apresiasi yang diberikan PGRI tersebut. Ini bukti PGRI periode sekarang memperhatikan terhadap majalah miliknya, jelas Suharyo.

Pimpinan Redaksi majalah Suara PGRI, Suharyo AP, SH dan pengelola, ibu Budiasih. Berkat ketekunannya majalah bertahan 16 tahun

Ia menceritakan perjalanan tahap awal. Terbitnya majalah ini Suharyo sebagai penasihat diminta oleh Ketua PGRI waktu, Drs. Abdul Rozaq untuk menerbitkan majalah.

Berbekal SK dari PGRI tentang susunan redaksi maka terbitlah edisi perdana pada Bulan Mei 2009.

Sampai kurang lebih edisi 10 respon penulis dari para guru masih sangat minim. Agar majalah lebih dikenal oleh para guru, maka dilakukan sosialisasi, pelatihan, dan lomba menulis.

Sampai akhirnya guru mulai tertarik menulis. Majalah terbit secara lancar. Isinya variatif. Tetapi disaat-saat tertentu saat sekolah ada ulangan, saat liburan panjang, majalah sulit mendapatkan naskah.

Dewan redaksi bekerja keras mengisi lembaran-lembaran majalah dengan laporan, opini, cerpen, puisi, Iptek, renungan dan lain-lain.

Sampai hari ini kondisi seperti itu masih terasa. Bagi guru menulis itu sampingan. Mereka belum mainded. Sehingga kalau redaksi teledor bisa jadi majalah tidak terbit.

Kendala lain selama ini, Lumajang sebagai kota kecil berdampak pada percetakan. Beberapa kali harus menunda penerbitan karena percetakan terkendala, misalnya mesin rusak, libur Hari Raya dan ketiadaan bahan kertas, tinta, dan membuat film harus ke Surabaya atau ke Jember. Jadi kesulitan demi kesulitan sering dirasakan.

Hal yang selalu terjadi adalah ketika majalah sudah beredar, ada saja yang nunggak membayar. Sehingga beberapa kali majalah ini akan disetop tidak terbit. Tetapi PGRI meminta diteruskan.

Melahirkan Penulis Lokal
Terlepas dari suka duka, perjalanan majalah suara PGRI ada sisi positif yang ditimbulkan. Yaitu lahirnya penulis lokal yang cukup produktif dan handal.

Beberapa penulis bahkan menerbitkan buku dari kebiasaan menulisnya itu. Pimpinan Redaksi, Suharyo menerbitkan 60 judul buku. Sebagian merupakan rangkuman dari tulisan yang dimuat majalah Suara PGRI.

Dan sosok yang paling berjasa dalam keberlangsungan majalah ini adalah pengelolanya, ibu budiasih. Beliau yang ngopeni : membandel, mengirim ke pelanggan, menagih, dan mempersiapkan honor bagi para penulis.

Ibu Budiasih termasuk tertib administrasi. Catatan penulis yang honornya belum diambil beberapa tahun masih tersimpan rapi walaupun penulisnya mungkin sudah tidak minat lagi karena honornya tidak besar.

Dilihat dari keuntungan antara biaya cetak, pembayaran pelanggan, dan uang yang nunggak di pelanggan sangat tidak menguntungkan.

Apalagi majalah ini modalnya minim. Dari awal dipinjami uang 10 juta oleh PGRI dan itu pun dirupakan komputer yang sudah dikembalikan lagi kepada PGRI.

Sehingga majalah ini bukan bisnis murni. Bahkan bisa jadi bisnis yang minimalis. Tetapi karena mempertimbangkan pentingnya keberlangsungan majalah walaupun kondisinya seperti itu tetap dijaga dan tetap terbit.

Kini majalah suara PGRI sudah berumur 16 tahun. PGRI sendiri menganggap itu penting untuk menjadi saluran bakat penulis.

Bahkan majalah suara PGRI untuk Jawa Timur satu-satunya ada di Lumajang. Apalagi mampu terbit 16 tahun. Itu prestasi yang luar biasa.

PGRI dari kabupaten lain sempat studi banding ke Lumajang tetapi tidak ada kabar lebih lanjut terbit atau tidaknya.

Maka majalah suara PGRI yang memuat laporan kegiatan sekolah, memuat opini guru, mulai TK sampai SMA telah berjasa melahirkan minat menulis dan menghidupkan dunia literasi. (*)

Redaktur Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *