TROBOS.CO | Suasana Griya Lalapan Basir meriah. Bukan karena pelanggan berjubel di warung tersebut, melainkan warga RT 7 RW 02 Kelurahan Rogotrunan, Lumajang, mengadakan halal bihalal.
Acara dilaksanakan atas kesepakatan ibu-ibu PKK RT 7 RW 02 dan permintaan tuan rumah, Bu Sufianik Basir.
Hampir seluruh warga RT 7 hadir pada acara tersebut, mulai anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua. Acara dikemas santai, penuh inovasi, dan melibatkan seluruh elemen warga.
Imam Adi Purwanto, Ketua RT 7 Rogotrunan, berterima kasih kepada warga atas kekompakan yang setiap tahun mengadakan halal bihalal. Ia berharap persatuan dan kesatuan warga yang berbeda latar belakang suku, ras, dan agama dipertahankan.
Arif Wijayanto, anggota DPRD yang mewakili warga RT 07, mengaku sangat senang atas kekompakan warga di bawah kepemimpinan RT 7 dan RW 02.
“Ini miniatur Indonesia. Saya berharap kondisi ini perlu dilanjutkan,” jelasnya.
H. Abdul Hadi, Ketua RW 02 Rogotrunan, mengapresiasi kerukunan dan kebersamaan warga RT 7. Menurutnya, selama ini warga RT 7 selalu mengadakan halal bihalal.
“Apa yang telah dilakukan selama ini dipertahankan, kalau perlu ditingkatkan,” pintanya.
Tausiyah halal bihalal disampaikan oleh H. Suharyo AP, SH. Menurutnya, ada dua hal penting dalam halal bihalal, yaitu saling memaafkan sesama dan silaturahmi.
Sikap memaafkan tercantum dalam Al-Qur’an dan dikaitkan dengan sikap orang bertakwa. Ia meminta agar warga jembar dada alias nyogoro, tidak bersikap dendam.
Dalam halal bihalal ada silaturahmi. Sikap ini harus dijaga dengan baik agar terbentuk kerukunan dan kekompakan antar sesama warga.
Ketua Dewan Dakwah Kabupaten Lumajang ini mengingatkan agar kehidupan bermasyarakat terjalin kerukunan dan kebersamaan, hendaknya membiasakan tiga hal penting:
Pertama, biasakan meminta maaf kepada orang lain. Orang yang suka minta maaf berarti jiwanya nyegoro. Orang tua tidak boleh merasa jatuh harga dirinya dan kewibawaannya jika meminta maaf kepada anaknya atas kekurangan sikap, perilaku, atau tutur kata.
Kedua, biasakan minta tolong. Orang yang selalu minta tolong kepada sesama berarti menghargai orang lain.
Ketiga, biasakan berterima kasih atas kontribusi orang lain kepada dirinya. Dengan mengucapkan terima kasih berarti kita menghargai orang lain dan tidak egois.
Sebagai penghujung acara, ada pembagian doorprize kepada ibu-ibu. Hadiahnya beragam: ada gayung, panci, minyak pengharum pakaian, dan hadiah lainnya.
Tim Trobos.co











