TROBOS.CO | LUMAJANG – Ramadan merupakan bulan istimewa bagi guru-guru dan karyawan SMK Muhammadiyah Lumajang (SMK Mulu). Setiap buka puasa bersama, ada saja kebahagiaan yang dirasakan para guru dan karyawan.
Seperti acara buka puasa bersama pada Sabtu, 14 Maret 2026. Suasana Aula KH Abdi Manaf bertabur bingkisan berupa sembako, voucher belanja, dan bonus uang tunai. Ada pula tasyakuran sertifikat guru dan lainnya.
Bonus uang tunai diberikan kepada:
- Guru yang rajin setor bacaan Al-Qur’an setiap empat hari sekali
- Guru yang aktif setor hafalan
- Guru yang rajin melaksanakan tugas
Tahun ini, ada 11 guru yang mendapat sertifikasi guru. Mereka mengadakan tasyakuran atas turunnya sertifikasi tersebut.
Bonus juga diberikan kepada belasan anak guru yang masih balita. Setiap Ramadan, mereka selalu mendapatkan kado berupa aneka makanan ringan dan uang tunai @ Rp50.000.
Pemberian bonus rutin dilakukan SMK Mulu. Karyawan yang berprestasi mendapat penghargaan. Begitu pula pada saat milad SMK Mulu, selalu ada yang mendapat hadiah umroh.
Kepala SMK Mulu, Dr. Amarlian Bilqisthi Agustin, mengatakan penghargaan terhadap guru nilainya tidak seberapa dibandingkan dengan pengabdian mereka. Meski demikian, menurutnya guru tetap perlu mendapat apresiasi, dan mereka menerima dengan penuh rasa syukur atas penghargaan tersebut.
Di lingkungan pendidikan SMA/SMK Muhammadiyah Jawa Timur, ada cara untuk meningkatkan kemajuan sekolah lain dengan menunjuk sekolah pendamping. SMK yang ditetapkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur untuk menjadi sekolah pendamping adalah SMK Mulu dan SMK Muhammadiyah Malang.
SMK Mulu ditugasi menjadi pendamping SMK Muhammadiyah Bondowoso. Sementara SMK Muhammadiyah Malang ditunjuk menjadi pendamping SMK Muhammadiyah Probolinggo.
Dengan ditetapkannya sekolah pendamping tersebut, kata Ketua Dikdasmen PDM Lumajang, Drs. Matrawi, M.Pd. , diharapkan sekolah-sekolah yang didampingi bisa maju bersama.
Perkembangan SMK Mulu dinilai cukup signifikan. Bentuk penerimaan siswa baru selain menggunakan jalur reguler juga menggunakan sistem inden.
Untuk pendaftaran calon siswa baru tahun depan, di SMK Mulu sudah terdaftar 160 anak yang sudah daftar ulang, jelas Agus Siswantono, mantan kepala sekolah.
Ketua Majelis Dikdasmen PDM Lumajang, Drs. Matrawi, M.Pd. , menjelaskan bahwa SMK Mulu memang layak untuk menjadi sekolah pendamping. Selain kedisiplinannya cukup tinggi, prestasi yang diperoleh tidak terbantahkan, dan banyak hal baru yang dikembangkan di sekolah ini.
Tim Trobos.co









