TROBOS.CO | Sebuah momen mengharukan sekaligus menguatkan iman viral di media sosial. Seorang muadzin dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya tepat setelah mengucapkan kalimat tauhid, “Lailahaillallah”, di hadapan jamaah yang akan menunaikan shalat berjamaah.
Setelah melafalkan kalimat syahadat tersebut, sang muadzin roboh dan meninggal dunia. Kepergiannya yang terjadi pada saat dan kondisi yang sangat mulia itu langsung menyita perhatian ribuan netizen.
Kematian yang husnul khatimah ini mengingatkan pada sabda Nabi Muhammad SAW. Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa yang akhir ucapannya ‘Lailahaillallah’, maka dia akan masuk surga.”
Video dan kabar meninggalnya muadzin tersebut membanjiri kolom komentar dengan doa dan pujian. Banyak netizen yang terharu dan menyebut kepergiannya sebagai akhir hidup yang didambakan setiap muslim.
Rasa haru dan iri yang positif (ghibtoh) mendominasi tanggapan. “Inilah kematian yang dirindukan,” tulis seorang netizen. “Semoga kita semua diberi akhir hayat yang seperti ini,” doa yang lain.
Ungkapan harapan untuk mendapatkan husnul khatimah seperti muadzin itu menjadi trending di berbagai platform. Peristiwa ini menjadi pengingat sekaligus motivasi untuk terus memperbaiki diri.
Peristiwa wafat dalam keadaan beribadah bukanlah yang pertama. Dalam catatan berbagai sumber, beberapa muslim diketahui meninggal dalam kondisi yang penuh kemuliaan.
Seorang jamaah ada yang wafat saat sedang shalat berjamaah. Seorang imam shalat Subuh menghembuskan napas terakhirnya pada sujud terakhir. Kisah mengharukan juga datang dari seorang qori’ yang meninggal saat membaca Al-Qur’an di kediaman Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Kejadian serupa juga pernah menimpa seorang khatib Jumat yang wafat saat duduk di antara dua khutbah. Peristiwa-peristiwa ini menjadi pelajaran tentang pentingnya mengisi hidup dengan ketaatan.
Di sisi lain, tentu ada juga kisah kematian yang terjadi dalam keadaan yang tidak diinginkan, naudzubillah. Seperti perampok yang tewas saat beraksi, atau orang yang meninggal saat melakukan maksiat.
Perbedaan tajam dalam akhir kehidupan ini memberikan renungan mendalam. Sebagai orang beriman, peristiwa sang muadzin dan kisah husnul khatimah lainnya seharusnya memantik doa dan usaha.
Kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar dikaruniai penutup hidup yang baik (husnul khatimah), diwafatkan dalam keadaan iman, dan balasannya tidak lain adalah surga-Nya yang abadi. Setiap napas adalah kesempatan untuk menuju sana.
Penulis, Suharyo pemerhati masalah sepele.




