TROBOS.CO | KH Toto Tasmara menulis dalam bukunya berjudul “KECERDASAN RUHANI” bahwa banyak manusia yang kurang memperhatikan perjalanan waktu.
Ada yang mengira, waktu untuk ibadah sudah cukup banyak. Padahal menurut beliau waktu yang terbuang justru jauh lebih banyak lagi.
Dari 24 jam sehari semalam, penggunaan waktu terbesar untuk bekerja, yaitu 9 jam. Berikutnya untuk tidur 8 jam. Untuk salat plus dzikir 2 jam, ngobrol 2 jam, sisanya untuk kegiatan lain.
Kalau usia manusia 60 tahun, maka waktu bekerja 27 tahun, tidur 22 tahun, salat dan ngobrol masing-masing 5 tahun, dan sisanya untuk hal-hal lain.
Agar semua aktivitas bernilai ibadah hendaknya dilakukan dengan kesadaran. Yaitu, mengawali kegiatan dengan menyebut nama Allah sehingga waktu 60 tahun bernilai ibadah.
Setiap akan bekerja, bacalah basmalah. Akan tidur baca doa tidur, akan salat tata niat akan menghadap Allah. Yang susah menyebut Allah ketika akan ngobrol, menggunjing, fitnah dan sebagainya, pasti lupa Allah.
Nabi mengingatkan ada waktu tertentu yang didengar oleh Allah, terutama jika dikaitkan dengan doa.
Yang sangat lazim adalah waktu tengah malam atau sepertiga malam terakhir, berdoalah dan salat pada jam-jam seperti ini pasti didengar Allah.
Maka para alim, sahabat nabi, dan nabi sendiri begitu serius menjaga waktu malamnya untuk munajat kepada Allah.
Waktu lainnya ketika hendak berbuka puasa perbanyak doa dalam kesempatan menjelang berbuka Allah mengabulkan doa hambanlNya.
Begitu juga disaat di antara dua khutbah waktu itu sangat istimewa, termasuk bagi musafir memanfaatkan perjalanan untuk memperbanyak doa karena hal itu diutamakan oleh Allah.
Sahabat Utsman bin Affan misalnya selalu memanfaatkan waktu senggangnya untuk membaca Alquran sehingga konon beliau setiap 3 hari sekali hatam membaca Alquran.
Kebiasaan itu yang menyebabkan nabi SAW mengaku malu kepada Usman. Menurut nabi malaikat juga malu kepadanya.
Beda dengan Umar Bin Khattab. Karena disiplin dalam ibadah kepada Allah setan pun takut kepadanya.
Kalau Umar lewat lalu berpapasan dengan setan maka setan pun menyingkir karena takut kepada Umar yang dikenal tegas dan berani.
Abu bakar Siddiq sahabat yang lupa profile sangat disiplin mengisi waktu yaitu terus menambah kebaikan sehingga jadilah Sebagai pribadi yang sangat berwibawa.
Ali bin Abi Thalib selalu mengisi waktu dengan menambah ilmu sehingga dikenal sebagai gudangnya ilmu.
Kita pernah mendengar ucapan klasik bahwa segala sesuatu pasti mengalami perubahan tidak ada yang abadi di dunia ini. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri.
Bagi orang yang hatinya penuh iman, perubahan apapun tidak akan mampu mengubah hatinya untuk selalu ingat kepada Allah.
Mereka selalu memohon ampun di waktu pagi sebelum fajar dan menjaga konsistensi hati agar terus ingat kepada Allah.
Ingat dan menyebut Allah itu memuaskan batin. Ingat kepada Allah itu seruan Allah bagi semua hamba dalam mengisi lembaran hidup. Bisakah?
Suharyo, penulis buku dan pemerhati masalah sepele.









