Inspirasi di Tengah Hujan Akhir Tahun: Pelajaran Kesabaran, Keadilan, dan Kesegaran Hati

TROBOS.CO | Di penghujung tahun, hujan sering kali menjadi pemandangan yang tak terelakkan. Bagi sebagian orang, ia membawa kebahagiaan; bagi yang lain, mungkin membawa masalah. Namun, menurut Teguh W. Utomo, aktivis literasi dan pengurus Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Jawa Timur, hujan adalah anugerah yang menyimpan banyak pelajaran hidup.

“Hujan selalu datang tanpa banyak suara, namun meninggalkan jejak yang dalam. Ia turun bukan untuk memamerkan kekuatan, melainkan untuk memberi kehidupan,” tulis Teguh dalam renungannya yang bertajuk “Inspirasi dari Hujan”.

banner 1280x716

Dalam tulisannya, Teguh memaknai hujan dalam beberapa dimensi inspiratif:

  • Kesunyian yang Memberi: Hujan datang dari langit kelabu tanpa pamer kekuatan. Dari sini, kita belajar bahwa kebaikan sering lahir dari kerendahan hati dan kesunyian.

  • Keadilan yang Tanpa Pilih Kasih: Hujan menyentuh tanah subur maupun yang retak sama rata. Ini adalah pelajaran tentang keadilan dan penerimaan tanpa syarat.

  • Kesabaran Butir demi Butir: Perubahan besar—seperti jalanan yang mendingin dan daun yang segar kembali—terjadi karena hujan turun setetes demi setetes. Inilah ajaran tentang kesabaran dan ketekunan dalam proses.

  • Momen Berhenti dan Introspeksi: Dinginnya hujan memaksa kita berhenti sejenak dari kesibukan. “Ia memaksa kita menengok ke dalam, mendengar suara hati,” tulis Teguh. Saat hujan, alam dan manusia seolah berdoa bersama untuk keseimbangan dan pemulihan.

Renungan ini ditutup dengan ajakan yang mendalam. Teguh meyakini, hujan mengajak kita untuk jujur pada diri sendiri.

“Berani rapuh, rela membersihkan yang usang, dan siap tumbuh kembali. Seperti bumi yang menerima hujan, hati manusia pun menemukan kesegarannya ketika mau terbuka pada proses,” pungkasnya.

Dengan kata lain, hujan akhir tahun bukan sekadar perubahan cuaca, melainkan metafora yang indah untuk pembaruan diri, ketabahan, dan kesiapan menyambut babak baru dengan hati yang lebih lapang dan segar.

Teguh W. Utomo (Aktivis Literasi & Pengurus GPMB Jawa Timur)

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *