TROBOS.CO | LUMAJANG – Reuni unik. Yang datang usianya sudah tidak muda lagi. Bahkan ada yang di atas 75 tahun. Banyak kabar alumni meninggal dunia.
Itulah reuni alumni SMPM/PGAM Yosowilangun Kab. Lumajang di Desa Wotgalih, rumah H. Satun, salah seorang alumni SMPM 3 Yosowilangun, Sabtu 27/12.
Dalam reuni tersebut ada kabar beberapa orang tengah sakit. Ada yang sedang dirawat di ICU, ada yang baru pulang dari rumah sakit, ada yang meninggal dunia.
Maklum usia sudah tidak muda lagi. Mereka alumni tahun 1973- an. Berarti sudah setengah abad lebih sebagai alumni. Usianya sudah cukup tua.
Saat bertemu, saling bertanya nama dan alamat karena lama tidak berjumpa, banyak yang lupa.
Ada kabar beberapa nama lagi sakit. Antara lain Uat. Heny Siswondo, Ust. M. Ilyas (baru pulang dari RS Wijaya Kusuma, Ny.Hj. Nurhaidah proses penyembuhan, dll
Sedangkan alumni yang hari Ahad berikutnya sehari setelah reuni dikabarkan meninggal dunia pada Ahad 28/12 yaitu Sulembak, Desa Kalipepe Yosowilangun.
Nama alumni lain yang sudah meninggal, Roro Lincah (Klakah), Heru Sudiyanto (Takesung, Kalimantan Selatan), Ridwan (Kedungrejo), Abdul Kadir Meleman Wotgalih Yosowilangun, dll.
Sekolah Penuh Berkah
Dalam kesempatan tersebut salah seorang alumni Tahun 1979, Suharyo mengungkap memori masa lalunya bahwa SMPM Yosowilangun 3 merupakan sekolah yang penuh berkah.
Kondisi sekolahnya waktu itu sangat memprihatinkan. Temboknya banyak yang retak. Agar tidak menimbulkan bahaya ditonjok kayu.
Meski demikian sekolah ini penuh dengan kenangan indah. Alumninya banyak yang jadi orang. Antara lain Ada yang sekarang menjadi guru besar di UMM yaitu Prof. Dr. Latifun M.Kes. Dia pernah menjadi direktur program pasca sarjana UMM.
Selain itu ada yang pernah menjadi kepala SMA Muhammadiyah 3 Jember.Yaitu Drs. Heny Siswondo, M.Pd. Ada yang pernah menjadi Kepala SMA Muhammadiyah Bondowoso, Drs. Prayit, M. PD.
Ada yang menjadi pengawas SMP Negeri di kabupaten Lumajang, Drs. Muahlan, M.Pd, Menjadi guru SMA Negeri Yosowilangun yang sekarang sekretaris PDM Kabupaten Lumajang, Zainal Abidin, S.Pd.
Ada yang menjadi kepala SMPN 3 Yosowilangun, Sochibul Kahfi, SPd, Banyak yang menjadi PNS guru, antara lain, Marsuni, S.Pd, Drs. M Syahri, Suteno, S.Pd, Sumandiyah, S.Pd, Subarno, SPd, Ali Surahman S.Pd, dll. Banyak yang menjadi TNI, antara lain Mulyani, Atim, Adzim, dll.
Tausiyah
Dalam reuni tersebut disampaikan tausiyah oleh salah seorang alumni angkatan 1979, Suharyo.
Dia menyampaikan tentang perlunya menjaga sesama alumni dengan cara saling mengingatkan tentang kebenaran dan kesabaran.
Sebagai warga persyarikatan harus menjaga keutuhan aqidah. Dengan mengutip sabda Nabi bahwa Allah cinta kepada mukmin yang kuat.
Yaitu kuat akidahnya, tidak gampang goyah oleh godaan yang menggiurkan dan menyenangkan sesaat.
Maka harus diingat, roh kita dulu pernah ditanya Allah, “Apakah Saya ini Tuhanmu? Roh kita menjawab betul Engkau Tuhan kami dan kami akan menjadi saksi.”
Yang disebut dengan menjadi saksi telah kita ucapkan, “Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah.”
Yaitu lama’ budha ilallah. Tidak ada yang kita sembah kecuali Allah. Keyakinan kita harus tegak lurus kepada Allah tidak boleh syirik, jelasnya.
Maka ada pemahaman berikutnya yaitu “Lamatluba ilallah” tidak ada yang kita cari kecuali ridho Allah.
Yang ketiga ada makna “lamaksud ilallah”. Yaitu tidak ada maksud dalam hidup ini kecuali menuju kepada Allah.
Lebih jauh ada pemahaman “lamahbuba ilallah”. Artinya tidak ada yang kita cintai dalam hidup ini kecuali Allah.
Dilengkapi pemahaman “lamaujuda ilallah” . Artinya tidak ada wujud kecuali diwujudkan oleh Allah. Dan wujud kita ini waktunya terbatas jelaskan caranya mengutip pernyataan nabi bahwa umat beliau usianya rata-rata antara 60 sampai 70 tahun.
Dalam konteks kehidupan sosial persaksian itu menjadi kata kunci untuk menjaga iman agar kuat dan dicintai Allah, ujarnya.
Reuni yang diselenggarakan di Desa Wotgalih mengesankan. Tuan rumah menyembelih dua ekor kambing. Dinikmati bersama dan sebagian masih membawa pulang. Singkat kata H. Satun dan istrinya Ny. Misnati yang juga alumni SMPM Yosowilangun melayani tamu dengan sebaik-baiknya
Zainal Abidin









