Kisah Inspiratif: Dua Wisudawati UIJ Banyuwangi yang Lolos dari Keterbatasan Ekonomi Berkat KIP Kuliah

TROBOS.CO | JEMBER – Di antara sekitar 300 mahasiswa yang diwisuda Universitas Islam Jember (UIJ), Sabtu pekan lalu, dua sosok tampak sangat haru. Mereka adalah Betha Nafisatu Afiarina (23) dan Shinta Chumairoh (23), gadis sepupu asal Desa Paluagung, Tegaldlimo, Banyuwangi. Gelar Sarjana Hukum yang mereka raih bukanlah jalan yang mulus, melainkan hasil perjuangan melampaui keterbatasan ekonomi yang hampir memupuskan mimpi kuliah mereka.

Bagi Betha dan Shinta, bisa lulus SMA saja sudah merupakan anugerah besar. Keduanya berasal dari keluarga yang hidup dalam kesulitan ekonomi.

banner 1280x716

Betha mengalami masa sulit sejak SMP. Ibunya, Nafisah, terpaksa menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri untuk menghidupi tiga anaknya. Sementara ayahnya, Muhtadi, bekerja serabutan sambil menjaga anak-anak di rumah.

Kondisi Shinta tak kalah berat. Sebagai anak tunggal, ia harus menyaksikan usaha orang tuanya, Anas Rudin dan Khusnul Khotimah, bangkrut. Segala aset terjual untuk menutup utang, hingga kedua orang tuanya terpaksa merantau ke Kalimantan Timur. Shinta pun diasuh oleh neneknya yang juga hidup serba kekurangan.

Meski dikenal sebagai murid pintar, bangku kuliah rasanya seperti mimpi di siang bolong bagi keduanya. “Jangankan kuliah, bisa lulus SMA saja sudah amat bersyukur,” ujar salah satu dari mereka, menggambarkan situasi saat itu.

Namun, tekad mereka tak padam. Setiap hari dan malam, mereka berdoa dan mencari jalan. “Intinya, agar dapat jalan terbaik, bisa kuliah meski tidak berdaya. Salah satunya, mencari perguruan tinggi yang menyediakan beasiswa,” kenang mereka.

Jawaban doa mereka datang melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program pemerintah ini menjadi jembatan yang mengantarkan Betha dan Shinta mewujudkan impian mereka untuk berkuliah di Fakultas Hukum UIJ, tanpa terbebani biaya.

Wisuda yang berlangsung di Gedung Sari Utama, Jl. Hayam Wuruk, Kaliwates, Jember, itu pun menjadi saksi sejarah perjuangan mereka. Suasana haru dan bahagia tak terbendung, menandai akhir dari perjalanan akademik yang penuh liku dan awal babak baru kehidupan. (Bersambung)

Sodik Syarif

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *