3 Kunci Utama Menjadi Pribadi Mulia yang Hakiki

TROBOS.CO | LUMAJANG – Setiap orang pasti menginginkan menjadi pribadi yang mulia, baik di mata manusia terlebih lagi di hadapan Allah SWT. Namun, bagaimana langkah praktis untuk meraih predikat tersebut?

Dalam pengajian yang digelar PCM Randuagung, Lumajang, Suharyo AP, SH, selaku Penasehat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lumajang, membeberkan tiga kunci utama yang harus diamalkan.

banner 1280x716

“Menjadi mulia bukanlah cita-cita yang mustahil. Ia adalah buah dari kesungguhan kita dalam menempuh jalan istiqomah, ikhlas, dan sabar,” ujar Suharyo mengawali tausiyahnya.

1. Istiqomah: Konsisten dalam Jalan Kebenaran

Langkah pertama yang ditekankan Suharyo adalah istiqomah atau konsistensi dalam menjalankan agama. “Beragama tidak boleh dilakukan secara tidak ajeg. Al-Qur’an banyak memerintahkan kita untuk istiqomah,” jelasnya.

Orang yang istiqomah, lanjutnya, akan mendapatkan ketenangan batin. “Mereka tidak khawatir dan takut menghadapi ketetapan Allah. Dan untuk mereka, Allah telah menjanjikan balasan surga,” ujarnya, mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an.

2. Ikhlas: Luruskan Hati Hanya untuk Allah

Kunci kedua adalah memiliki sifat ikhlas dalam menerima segala ketetapan Allah. Suharyo mendeskripsikan ikhlas dengan analogi yang mendalam.

“Ikhlas itu seperti emas 24 karat. Walau digosokkan ke tembok, warnanya tetap kuning, tidak menjadi hitam, dan temboknya pun tidak tergores,” paparnya.

Artinya, lanjut dia, orang yang ikhlas jiwanya tetap bersih dan tidak gampang berubah, meski diuji dengan berbagai goncangan hidup. “Ikhlas sejati ibarat orang meludah. Ia tidak ingat lagi di mana ludahnya dibuang dan tidak ingin mencarinya kembali. Begitu pula dalam beramal, tidak ingat lagi kepada siapa dan di mana amal diberikan,” jelas Suharyo.

3. Sabar: Kekuatan Menghadapi Setiap Ujian

Kunci terakhir dan yang paling diuji dalam kehidupan adalah sabar. Suharyo menjelaskan, sabar mencakup tiga hal:

  • Sabar dalam menjalankan perintah Allah tanpa menggerutu, bahkan dengan senang hati.
  • Sabar untuk menjauhi larangan Allah dengan sekuat tenaga, tanpa tawar-menawar.
  • Sabar menghadapi ujian dan cobaan dari Allah dengan keyakinan bahwa itu adalah bentuk kecintaan-Nya untuk menguji kesungguhan iman.

Tiga Tipe Manusia dalam Menghadapi Ujian

Suharyo lantas mengibaratkan tiga tipe manusia saat diuji:

  1. Seperti Wortel: Awalnya keras, tetapi setelah diuji (direbus) menjadi lembek dan lemas.
  2. Seperti Telur: Awalnya mudah pecah, tetapi setelah diuji justru menjadi kuat dan padat.
  3. Seperti Kopi Bubuk: Semakin diuji dengan air panas, justru semakin memancarkan aroma harum yang menyebar dan menguatkan sekitarnya.

“Kita harus berusaha menjadi seperti kopi. Terkadang ada hamba Allah yang begitu istimewa, diuji justru semakin memukau secara batiniah. Inilah yang langka. Kita termasuk yang mana? Untuk menjadi pribadi mulia, hendaknya kita mewarnai hidup dengan sikap istimewa tersebut,” tutur Suharyo mengajak refleksi.

Pengajian yang dihadiri jamaah dari berbagai kalangan ini ditutup dengan doa bersama, mengharapkan keteguhan untuk mengamalkan tiga kunci menjadi pribadi mulia tersebut dalam keseharian.

Suharyo AP, pemerhati masalah-masalah sepele

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *