TROBOS.CO | LUMAJANG – Paradigma terhadap kelompok lanjut usia (Lansia) telah bergeser. Mereka tidak lagi dilihat sekadar sebagai kelompok yang bergantung, melainkan sebagai subjek pembangunan yang aktif dan produktif. Di Kabupaten Lumajang, komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan lansia diwujudkan melalui berbagai program terpadu, salah satunya adalah Temu Karang Werda yang digelar Dinas Sosial P3A pada Rabu (10/12/2025).
Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Lumajang menunjukkan jumlah lansia telah mencapai lebih dari 175 ribu jiwa, atau 15,9% dari total penduduk—lebih tinggi dari proporsi nasional (11%). Kabar baiknya, usia harapan hidup di Lumajang tercatat di atas 75 tahun, mengungguli rata-rata Jatim (>74 tahun) dan nasional (>73 tahun).
Untuk mengkoordinasikan layanan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), telah dibentuk Komisi Daerah Lansia (Komda Lansia) yang diketuai Wakil Bupati. Langkah strategis ini diperkuat dengan kegiatan seperti Temu Karang Werda, yang dihadiri pengurus dari 49 kelompok Karang Werda se-11 kecamatan.
Kegiatan kali ini menghadirkan narasumber dari Yayasan Gerontologi Abiyoso (YGA) Perwakilan Lumajang yang diwakili Nugroho Dwi Atmoko bersama dr. Indrayudi, serta perwakilan dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Lumajang.
Diskusi dalam temu tersebut berpusat pada penguatan peran lansia melalui konsep “SemaTif”:
- Sehat: Menjaga kesehatan fisik dan mental.
- Mandiri: Mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa ketergantungan penuh.
- Aktif: Terlibat dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
- Produktif: Tetap menghasilkan nilai, baik secara ekonomi maupun sosial, sesuai kemampuan.
“Lansia tidak hanya diajak menjaga kesehatan, tetapi juga didorong untuk tetap mandiri, aktif, dan produktif,” jelas Nugroho Dwi Atmoko. Melalui pendekatan ini, lansia diharapkan bukan sekadar penerima bantuan, tetapi juga menjadi agen perubahan dan inspirasi bagi generasi muda.
Organisasi seperti Karang Werda, YGA, dan PWRI menjadi wadah vital bagi lansia untuk saling berbagi, belajar, dan mengembangkan potensi. Mereka berfungsi sebagai sistem dukungan sosial yang memperkuat ketahanan dan kualitas hidup lansia.
Mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif adalah tanggung jawab bersama—tidak hanya pemerintah melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Komda Lansia, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Dengan program yang terpadu dan pendekatan yang memberdayakan, Lansia Lumajang diharapkan dapat terus menjadi pribadi yang berdaya, dihormati, dan menjadi teladan, menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis di usia emas mereka.
Nugroho Dwi Atmoko




