Wudhu Bukan Sekadar Membasuh, Tapi Menyucikan Hati dan Perbuatan

TROBOS.COBanyak orang beribadah berhenti pemahamannya pada apa yang dikerjakan. Padahal di balik amaliah itu ada pesan mendalam.

Contoh saat berwudhu. Bukan sekedar membasahi bagian tubuh. Melainkan untuk menyucikannya. Wudhu bisa menjadi benteng moralitas bagi kehidupan.

banner 1280x716

Membasuh telapak tangan membaca bismilla hirrah manirrahim. Artinya atas nama Allah yang rahman dan rahim, kasih dan sayang.

Orang berwudhu tangannya tidak kasar: suka memukul, tidak suka memutasi anak buah seenaknya, tidak mempertimbangkan kasih dan sayang.

Lalu berkumur. Artinya ucapan yang keluar dari lisan kita adalah ucapan yang suci bahkan mensucikan orang lain.

Pesan Nabi barang siapa iman kepada Allah dan hari kiamat bicaralah yang baik kalau tidak bisa diamlah.

Lanjut menyucikan wajah. Di wajah ada mata. Pandangan ahli wudhu selalu suci, bersih, menghargai dan menghormati orang lain.

Tidak memandang dengan merendahkan, meremehkan apalagi memojokkan dan menghinakan sesama.

Disambung dengan mensucikan kedua tangan. Artinya kedua tangan jangan sampai melakukan perbuatan yang menyalahi aturan Allah seperti korupsi yang kini sangat serius. Main tangan kasar, dan perbuatan negatif lain.

Tangan itulah nanti yang akan menjadi saksi di hadapan Allah ketika mulut kita dikunci rapat. Dan tangan tidak akan mungkir dari perbuatan salah yang kita lakukan.

Gerakan berikutnya dalam berwudhu menyucikan rambut di kepala. Artinya otak yang ada di dalam tengkorak kepala harus terbiasa positif thinking, jangan negatif thinking.

Orang yang selalu positif thinking alias husnudzon selalu bahagia tidak gampang gelisah apalagi stress.

Sebaliknya orang yang selalu negatif thinking dia gampang terkena penyakit pikiran dan hati. Mudah stress bahkan depresi.

Gerakan terakhir dalam wudhu menyucikan kedua kaki. Maksudnya, llangkah kaki hendaknya menuju ridho Allah bukan menjauh dari petunjuk Allah.

Kelak di akhirat, kaki menjadi penguat persaksian tangan sehingga tidak ada yang bisa ditutup-tutupi oleh kedua bagian tubuh itu.

Dengan merenungi kandungan pesan wudhu, kita dibiasakan menjadi pribadi yang berpikir baik, bicara baik dan berbuat baik.

Wudhu ditutup dengan doa,”Ya Allah jadikan kami sebagai hamba yang suka bertaubat dan suka membersihkan diri: lahir dan batin.”

Betapa indahnya pesan dan kandungan ibadah wudhu. Tetapi kalau tidak dipahami terkesan hambar. Padahal dari wudhu kita bisa menghayati pesan-pesan suci dari Allah.

Kita hampar sajadah, berdiri tegak, menghadap Kiblat lantas kita sebut ucapan “Allahu Akbar.” Hati ketemu Allah. Itulah shalat khusyu’. (*)

*Penulis, Suharyo pemerhati masalah sepele

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *