Dari Lereng Semeru, Pemuda Ini Bangkit dengan Budidaya Cacing Bantuan Lazismu

TROBOS.CO | LUMAJANG – Di tengah pemandangan jalan berliku dan sisa-sisa material vulkanik di Dusun Iburojo, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, semangat bangkit justru tumbuh subur. Di sinilah Rifki Eka Firmansah, seorang pelajar SMA, memulai langkah nyata menuju kemandirian ekonomi dengan memanfaatkan bantuan program pemberdayaan dari Lazismu Lumajang.

Rifki adalah penerima bantuan terbaru dalam program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi pilar utama Lazismu. Komitmen lembaga ini tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi juga pendampingan dan pelatihan agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan, membuktikan bahwa kemandirian ekonomi bisa dimulai dari desa dan usaha mikro.

banner 1280x716

Untuk mewujudkannya, Lazismu berkolaborasi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Lumajang dan tim Siscamling (Sistem Pertanian Terintegrasi Berbasis Cacing Ramah Lingkungan) yang dibina oleh Dr. dr. Imannurdin, M.Kes. Beberapa waktu lalu, kolaborasi ini telah melahirkan pelatihan budidaya cacing di pusat pelatihan Siscamling di Dusun Munder, Desa Tukum.

Suasana pelatihan budidaya cacing yang diselenggarakan Lazismu bersama Majelis PM dan tim Siscamling bagi pelaku UMKM di Lumajang. (Dok. Lazismu Lumajang/TROBOS.CO)

Puncaknya, pada Kamis (4/12/2025), Lazismu dan mitra melakukan perjalanan jauh ke daerah terdampak erupsi Semeru untuk menyerahkan bantuan peralatan dan modal usaha secara langsung kepada Rifki, salah satu peserta yang dinilai memiliki tekad dan semangat kuat untuk memulai usahanya dari nol.

Perjalanan tim menuju lokasi memakan waktu sekitar 2,5 jam menuju lereng Gunung Semeru. Melewati jalan berliku dan pemandangan desa yang masih berbenah pasca-bencana, perjalanan ini menjadi saksi bahwa semangat pemberdayaan tidak pernah surut, bahkan di wilayah yang telah berulang kali diuji ketangguhannya oleh alam.

Meski masih duduk di bangku SMA Tempursari, Rifki sudah akrab dengan kerja keras. Setiap hari ia membantu orang tuanya berkebun dan beternak kambing. Mimpi untuk mandiri secara ekonomi terus tumbuh, dan ketertarikannya pada budidaya cacing muncul setelah mengikuti pelatihan dari Majelis PM dan Siscamling.

“Pelatihan itu membuka mata saya. Ternyata, dari usaha yang terlihat sederhana seperti budidaya cacing, ada peluang besar yang bisa dikembangkan,” ungkap Rifki.

Tak menunggu lama setelah pelatihan, Rifki langsung bertindak. Ia menyulap salah satu kandang kambing di rumahnya menjadi tempat budidaya cacing. Dengan tekad dan modal awal yang didapatkan, ia mulai mengembangkan usahanya, membuktikan bahwa inovasi dan peluang bisa lahir dari sumber daya yang ada, bahkan di sudut desa yang terpencil sekalipun.

Kisah Rifki adalah simbol nyata dari pemberdayaan yang efektif. Ia mewakili generasi muda yang tidak hanya menunggu peluang, tetapi berani menciptakannya. Program Lazismu dan mitranya tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga pengetahuan, motivasi, dan akses yang mampu mengubah pola pikir dan membuka jalan bagi kemandirian ekonomi.

Di tengah tantangan pasca-bencana, semangat seperti Rifki menjadi inspirasi dan harapan bagi masyarakat Lumajang untuk bangkit dan membangun ekonomi dari tingkat paling dasar, dengan ketekunan dan dukungan yang tepat.

Nugroho Dwi Atmoko

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *