Dr. Sjahrazat Masdar: Bupati Lumajang yang Tegas, Disiplin, dan Teladan Birokrasi

TROBOS.CO – LUMAJANG | Setelah periode almarhum Bapak Ahmad Fauzi, jabatan Bupati Lumajang diemban oleh Dr. Drs. H. Sjahrazat Masdar, M.A., seorang pemimpin yang dikenal disiplin dan berintegritas tinggi. Obsesinya sederhana namun mendalam: memberi teladan dan meluruskan birokrasi agar berjalan on the right track.

Lahir pada 7 Maret 1950, Dr. Sjahrazat Masdar wafat pada 23 Januari 2015. Ia menjabat sebagai Bupati Lumajang dua periode (2008–2013 dan 2013–2015), setelah sebelumnya dipercaya menjadi Pejabat Bupati Jember (2005).

banner 1280x716

Kariernya dimulai dari bawah — pernah menjabat Camat Tempeh, lalu menapaki jenjang birokrasi hingga akhirnya memimpin Kabupaten Lumajang. Dalam Pilkada, pasangan Masdar–As’at unggul dengan perolehan 199.342 suara di 21 kecamatan.

Riwayat Pendidikan

Perjalanan akademiknya terbilang panjang dan beragam:

  • SR lulus 1961
  • SLTP 1 Lumajang lulus 1964
  • SMAN 1 Lumajang lulus 1968
  • S-1 Ilmu Hubungan Internasional, FISIPOL Universitas Jember (1972)
  • Doktorandus, Institut Ilmu Pemerintahan (1981)
  • S-3 Ilmu Politik, FISIPOL UGM, Yogyakarta

Pendidikan luar negerinya pun mengesankan:

  • Diploma of Public Administration, Curtin University of Technology, Perth (1992)
  • Master of Arts, Murdoch University, Perth (1994)
  • Diploma of Public & Private Finance, Development Studies HIS Rotterdam, Belanda (1995)

Tiga Dimensi Kepemimpinan

Sejak awal menjabat, Sjahrazat Masdar langsung berbenah. Menurut Drs. Azis Fathurrozi, mantan Kabag Protokol dan Humas Pemkab Lumajang, sang bupati selalu menekankan penerapan “Tiga Dimensi” dalam birokrasi:

  1. Dimensi Ketuhanan
  2. Dimensi Kepemimpinan
  3. Dimensi Kedisiplinan

“Bupati tidak hanya memberi teori, tapi memberi contoh nyata,” ujar Azis. Salah satunya dalam soal disiplin anggaran. Setiap pengeluaran, sekecil apa pun, harus bisa dipertanggungjawabkan. Kesannya pelit, tapi sesungguhnya itu bentuk kehati-hatian.

Selain itu, tepat waktu adalah ciri khas beliau. Jika dijadwalkan menghadiri acara, sering kali beliau sudah tiba di lokasi sebelum waktu yang ditentukan — membuat panitia kelabakan karena “bupatinya sudah datang duluan.”

Kebiasaan ini bahkan diteruskan oleh adiknya, Bunda Indah Amperawati, Bupati Lumajang saat ini, yang juga terkenal disiplin terhadap waktu.

Pemimpin yang Melayani

Dr. Sjahrazat Masdar dikenal tidak menonjolkan bangunan fisik, melainkan “membangun kejiwaan aparat dan birokrat.” Ia menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketulusan dalam melayani masyarakat.

Dalam pandangannya, pemimpin adalah pelayan. Ia sering menegaskan, “Pemimpin harus melayani rakyat, bukan minta dilayani.”

Menurut Azis Fathurrozi, beliau adalah sosok yang kharismatik, disiplin, sederhana, dermawan, dan santun kepada bawahan. Ia fokus pada peletakan dasar pemerintahan yang bersih dan bermartabat.

Dua pesan beliau yang paling membekas di benak Azis adalah:

  1. “Kita adalah Khadimul Ummah.”
    Artinya, sebagai pelayan masyarakat — kita harus melayani, bukan dilayani.

  2. “Khoirunnas anfa’uhum linnas.”
    Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Nilai-nilai kepemimpinan inilah yang membuat sosok Dr. Sjahrazat Masdar dikenang sebagai bupati yang penuh keteladanan dan dedikasi. (*)

Redaktur: TROBOS.CO

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *