KH Zainuddin MA, Tokoh Kharismatik Muhammadiyah Lumajang Berpulang

banner 2560316

TROBOS.CO | Kabar duka datang dari keluarga besar Muhammadiyah Lumajang. KH Zainuddin MA, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang periode 2000–2010, menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu pagi, 17 Juni 2026, di Rumah Sakit dr. Haryoto Lumajang.

Kabar kepergian almarhum menyebar cepat melalui berbagai grup WhatsApp komunitas Muhammadiyah. Selain mengagetkan, berita duka ini membuat banyak pihak merasa kehilangan sosok yang selama ini dikenal teduh, berilmu luas, dan penuh kewibawaan.

Di kalangan warga Muhammadiyah Lumajang, KH Zainuddin MA dikenal sebagai kiai yang sangat disegani. Bukan karena tampil berlebihan, melainkan justru sebaliknya. Kesederhanaan dan kewibawaannya menjadi daya tarik tersendiri yang sulit dilupakan oleh siapa pun yang pernah bersinggungan dengannya.

Almarhum dikenal sebagai tempat bertanya kala organisasi menemui kebuntuan. Tidak banyak bicara, namun setiap kata yang keluar selalu membawa ketenangan dan solusi. Pribadi beliau penuh keteladanan sebuah karakter yang kini terasa langka.

Rekam jejak almarhum dalam dunia keilmuan dan organisasi Islam di Lumajang sangatlah panjang. Selama puluhan tahun, beliau mengasuh kajian tafsir Al-Qur’an di Masjid Al-Furqon Lumajang, sebuah pengabdian yang meninggalkan bekas mendalam bagi ratusan jamaah yang pernah mengikutinya.

Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua STKIP Muhammadiyah Lumajang sekaligus mengajar sebagai dosen di institusi yang sama. Di luar dunia akademik, almarhum aktif sebagai anggota Pelajar Islam Indonesia (PII) dan pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Lumajang. Kiprahnya bahkan meluas ke tingkat regional, saat beliau dipercaya menjadi salah seorang pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dalam bidang Tarjih.

Sebagai seorang tokoh, kehadiran KH Zainuddin MA selalu dirasa menggenapkan. Ada yang kurang ketika beliau tidak hadir dalam sebuah forum, dan ada ketenangan ketika beliau duduk di antara para peserta.

Berita wafatnya almarhum dengan cepat menggerakkan berbagai pihak untuk menyampaikan duka cita secara langsung. Bupati Lumajang Bunda Indah Amperawati menyatakan akan segera bertakziah ke rumah duka. “Saya takziah ke rumah duka,” ujarnya saat mendengar kabar tersebut.

Jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Aisyiyah, dan berbagai organisasi otonom Muhammadiyah Lumajang pun berdatangan ke rumah duka yang berlokasi di Jalan Brantas, Lumajang, untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah mendedikasikan hidupnya bagi umat.

Selamat jalan, KH Zainuddin MA. Ilmu yang ditaburkan, kajian yang diasuh, dan keteladanan yang diwariskan akan terus hidup di hati mereka yang pernah mengenalmu.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *