Dampak Erupsi Semeru 2025, MDMC Lumajang Gelar Trauma Healing untuk 90 Anak

TROBOS.CO | LUMAJANG – Bergerak cepat merespons penetapan status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, pada 19 November 2025, Pos Koordinasi (Poskor) Penanganan Bencana Erupsi Semeru 2025 MDMC Lumajang segera beraksi.

Satu hari pasca-penetapan, posko yang baru dibentuk ini langsung melakukan koordinasi lintas sektor. Dari hasil asesmen cepat di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo—salah satu wilayah terdampak—MDMC memutuskan untuk membuka Pos Layanan di SD Negeri 01 Supit Urang. Lokasi ini dinilai paling strategis dan aman untuk menjangkau para penyintas, khususnya anak-anak.

banner 1280x716

Layanan pertama yang diprioritaskan adalah kegiatan trauma healing bagi 90 siswa dari SD Negeri 02 Supit Urang. Sekolah mereka menjadi salah satu bangunan yang terkena dampak langsung Awan Panas Guguran (APG) saat erupsi.

MDMC Lumajang, melakukan briefing relawan sebelum pelaksanaan trauma healing. Aksi ini melibatkan kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

“Meski selamat secara fisik, pengalaman traumatis menyaksikan bencana dari dekat bisa berdampak jangka panjang pada kondisi psikologis anak-anak. Ini yang perlu kita tangani segera,” jelas Muhammad Yusuf Hidayatullah, Ketua Poskor Bencana Erupsi Semeru 2025 MDMC yang juga Ketua MDMC Lumajang.

Yusuf menjelaskan, rangkaian trauma healing ini direncanakan berlangsung selama empat hari, dimulai pada Senin, 24 November 2025. Berbagai metode pendampingan psikososial yang menyenangkan dan partisipatif telah disiapkan. Tujuannya agar anak-anak dapat merasa aman, mengungkapkan perasaan, dan secara bertahap kembali ke aktivitas normal dengan lebih ceria.

Aksi kemanusiaan ini dijalankan dengan semangat kolaborasi. Relawan dari berbagai elemen masyarakat turun langsung, termasuk Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta tim dari Lazismu dan ortom Muhammadiyah lainnya.

Kehadiran mereka bukan hanya memberikan dukungan psikologis, tetapi juga membawa pesan solidaritas yang kuat: dalam menghadapi musibah, warga Lumajang tidak sendirian. Semangat gotong royong inilah yang diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pasca-erupsi, dimulai dari pemulihan jiwa-jiwa muda di Supit Urang.

Kontributor: Nugroho Dwi Atmoko

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *